Advertise here

Minggu, 28 Februari 2021

Ketua RT 07 Perum MKGR Batuaji Sikat Jatah Orang Miskin dari Baznas Batam

Ditulis oleh: Redaksi     Minggu, 28 Februari 2021    



BATAM - Ketua RT 07 MKGR Kibing Batuaji dinilai tak terpuji. Menyusul perangkat tersebut justru menngembat jatah bantuan bedah rumah dari Baznas Batam sebesar Rp15 juta yang diperuntukkan warga miskin.


Kondisi tersebut jelas sangat melukai perasaan masyarakat miskin yang membutuhkan. Dimana rumah tinggal mereka sudah tak layak huni.

"Lain hal jika rumah pak RT itu gubuk reot, kita warga maklum. Tapi ini kan sekelilingnya masih banyak yang tak layak huni," ujar warga MKGR.

Pantauan di lapangan, dilihat dari fisik bangunan milik ketua RT yang dibedah tentu tidak pantas direhab. Sebab rumah tersebut telah berdiri tegak dua lantai beton.

Ironisnya informasi perihal bantuan tersebut tidak pernah sampai kepada masyarakat. Muncul dugaan hal itu dilakukan RT agar dirinyalah yang menerima bedah rumah itu.

"Sepertinya pak RT kita itu orang kekurangan, miskin moralnya. Sudah punya rumah dua unit berlantai dua kok masih juga mau nelan duit umat," kecam warga lainnya.

Muhitz Ketua Baznas Batam saat dikonfirmasi mengatakan Baznnas membagi perkecamatan. Dimana untuk rumah syaratnya tanah memiliki surat resmi.

"Itu rekomnya dari kelurahan, kalau pak lurahnya fair mengajukan ke Baznas 33 rumah kita seleksi. Kalau yang diajukan cuma satu ya Baznas gak punya pilihan. Misal 3 rumah Baznas pilih satu," katanya.

Terkait layak tidaknya rumah ketua RT di MKGR tersebut, Muhitz tak menjelaskan. Namun ia hanya menunjukkan contoh rumah warga Batam yang dibedah.

Inilah foto rumah warga di Kecamatan Galang yang direhab Baznas Batam

Senin, 14 Oktober 2019

KontraS : Polis Tembak Kepala Mahasiswa Kendari

Ditulis oleh: Redaksi     Senin, 14 Oktober 2019    

Jakarta - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) melakukan pendalaman kasus kematian dua mahasiswa Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara, Muhammad Yusuf Kardawi dan La Randi. Hasilnya, Yusuf diduga meninggal karena tertembak.

Kepala Divisi Pembelaan HAM KontraS, Arif Nur Fikri mengatakan, hasil ini didapat setelah dia turun langsung ke Kendari. Di sana dia meminta keterangan lima orang saksi. Hal itu kemudian diperkuat dengan rekaman video yang ada.

"Hasil temuan awal, kami menduga 2 orang mahasiswa ini mengalami penembakan. Kalau kami menduga penembakan ini terjadi kepada almarhum Muhammad Yusuf Kardawi yang berada persis di samping kantor Disnaker," kata Arif di kantor KontraS, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

Arief menambahkan, dalam video terlihat ada seorang mahasiswa mendadak terjatuh di dekat kantor Disnaker. Menurut saksi, itu adalah Yusuf.

"Ketika ia (saksi) mau menolong, ia sempat diarahkan senjata api oleh orang yang diduga aparat kepolisian," ucap Arif.

Karena ditodong dengan senjata api laras pendek, saksi tersebut berusaha menghindar dengan berlari zigzag. Di saat bersamaan dia melihat Randi jatuh tertembak. Keterangan ini kemudian dibenarkan oleh saksi lain.

Kepada KontraS, saksi tersebut melihat polisi yang memegang senjata api berpakaian preman. Posisinya berada di area dalam gedung Disnaker. Sebagai informasi, polisi saat itu memang berjaga di dalam dan samping area gedung Dinasker Kendari.

Setelah gagal menyeret Yusuf, saksi kemudian menjauh. Dan melihat sejumlah polisi keluar melakukan pemukulan kepada Yusuf yang sudah terkapar di tanah.

Lubang Kecil di Kepala

Lebih lanjut, Arif mengatakan, dugaan kematian Yusuf karena tembakan sebab luka yang dialami korban berada di bagian kepala belakang. Sedangkan, saat tersungkur, badan Yusuf jatuh ke arah depan. Secara logika, seharusnya luka di kepala terjadi di area wajah.

"Beberapa saksi juga melihat bahwa beberapa anggota kepolisian membawa senpi yang hasil dari temuan kita beberapa menemukan proyektil di tempat almarhum Yusuf jatuh," imbuhnya.

Dari beberapa teman Yusuf yang mengantar ke korban ke rumah sakit, juga melihat ada keanehan dari tubuh rekannya itu. Terutama di bagian kepala, mereka melihat ada lubang kecil.

"Dikonfirmasi oleh teman-teman si almarhum Yusuf yang pada saat dia membawa bahwa kepalanya itu ada sedikit lubang dan banyak mengeluarkan darah," pungkas Arif.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi pada Kamis (26/9) sekitar pukul 11.00 WITA ketika elemen mahasiswa di Kendari yang berjumlah 2.000 orang menggelar unjuk rasa. Demonstrasi ini awalnya berjalan damai. Bahkan orasi mereka sempat ditanggapi oleh Ketua DPRD.

“Setelah ada tanggapan dari ketua DPRD, tiba-tiba terjadi pelemparan batu ke arah petugas dan anggota dewan,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara Harry Golden Hart.

Akibatnya, pasukan pengamanan langsung melakukan aksi pembubaran dan mendorong massa menjauh dari gedung DPRD guna mencegah kerusuhan meluas.

Rincian lima korban tersebut adalah Randi, mahasiswa fakultas teknik Universitas Halu Oleo yang tewas dengan luka tembak, Yusuf Kardawi, 19, kritis dengan luka parah di kepala dan akhirnya dinyatakan meninggali, serta tiga orang yang mengalami luka ringan dan sesak nafas.

rml

Kamis, 12 September 2019

Jutaan Masyarakat Indonesia Berduka Atas Kepergian BJ Habibie

Ditulis oleh: Redaksi     Kamis, 12 September 2019    

Jakarta - Ribuan warga masyarakat mengantarkan kepergian almarhum BJ Habibie menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9).

Sejak dari kediaman almarhum di Patra Kuningan, masyarakat sudah berdesakan di pinggir jalan. Situasi makin ramai dan padat ketika ambulans pengangkut jenazah memasuki wilayah Pancoran dan Jalan Raya Pasar Minggu.

Di kanan kiri jalan, masyarakat rela berdiri di terik matahari. Demi memberikan penghormatan terakhir kepada Presiden ke-3 Republik Indonesia itu.

Sejumlah karyawan yang ada di jalan yang dilalui ambulans pun keluar dari kantor mereka untuk menyambut iring-iringan jenazah. Bahkan mereka sempat membuat spanduk yang menyampaikan rasa duka atas meninggalnya Pak Habibie.

Ini menjadi bukti bahwa BJ Habibie merupakan tokoh yang dicintai masyarakat. Bapak Demokrasi yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

"Selamat jalan Pak Habibie," ucap seorang masyarakat di pinggir jalan. 

Sabtu, 07 September 2019

Baru Diluncurkan, Mobil Esemka Ternyata Sudah Ditiru Cina dan Volvo

Ditulis oleh: Redaksi     Sabtu, 07 September 2019    


SOLO - PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) akhirnya meluncurkan mobil perdananya yakni Esemka Bima. Peluncuran Esemka Bima disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (6/9/2019).

Di sana tampak pick-up Esemka Bima berjejer rapi di halaman pabrik. Tapi rupanya bukan pick-up Bima saja yang dipajang oleh Esemka. Ada juga tiga SUV yang dipajang.

Dari pantauan di lokasi, ketiga mobil tersebut merupakan SUV bongsor yang memiliki nama Garuda 1, Rajawali, dan Moose. Sayangnya tak ada informasi lebih detil terkait ketiga SUV ini. Ketiga nama mobil pun diketahui dari emblem yang menempel di bagian belakang mobil.

Untuk model Garuda 1 dan Rajawali modelnya mirip dengan SUV bongsor pada umumnya.

Yang unik justru terlihat pada SUV dengan logo Moose di bagian tengah. Mobil tersebut kabarnya merupakan sebuah SUV antipeluru garapan Esemka. Terlihat di bagian belakang tertulis 'Armored by Esemka'.

Namun saat kamera melongok ke dalam, di bagian setir justru tampak tulisan 'Volvo'. Sayangnya pintu mobil tak bisa dibuka dan bagian interiornya hanya bisa dilihat dari luar saja sehingga tak dapat diketahui dengan pasti.

Selain itu Esemka jenis Pick Up juga mirip dengan Pick Up merk Changan asal Cina. Mobil ini seperti kembar identik. Kontan hal ini menuai banyak pertanyaan dan perbincangan di seluruh antero penjuru tanah air bahkan dunia. Indonesia secara tidak langsung mempermalukan dirinya sendiri.


Sabtu, 16 Maret 2019

Kualat pada Ulama, Romy Jadi Tersangka Korupsi

Ditulis oleh: Redaksi     Sabtu, 16 Maret 2019    


JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuzy (Romi) jadi tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan Rommy diduga terlibat dalam korupsi Sistem Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi di Kantor Kementerian Agama di Jawa Timur. Turut diamankan dalam penangkapan Rommy adalah  Haris Hasanudin dan Muhammad Muafag.

"HRS dan MFQ menghubungi RMY untuk proses lelang jabatan tersebut," kata Laode dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang Rp156,75 juta.

KPK menyimpulkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam seleksi jabatan 2018-2019. Lembaga itu menetapkan tiga tersangka yakni RMY, HRS dan MFQ. Romi disangkakan Pasal 12 ayat a atau b jo Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari OTT yang dilakukan KPK di Surabaya, Jawa Timur. Penyidik KPK mengamankan lima orang dalam operasi senyap.

Kasus ini mengingatkan umat Islam Indonesia, Romi dinilai kualat pada ulama. Mulai intervensi doa Mbah Moen, lalu menuduh Prabowo didukung Islam radikal dan HTI, intervensi UAS dan AA Gym. 

Minggu, 03 Februari 2019

Romy Tak Punya Adab pada Ulama

Ditulis oleh: Redaksi     Minggu, 03 Februari 2019    

JAKARTA - Pimpinan pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyesalkan kelakuan salah seorang kader partai Kabah itu, Romahurmuzy, yang mengintervensi doa yang dipanjatkan KH Maimoen Zoebair.

Menurut Ketua Umum PPP Humphrey Djemat, tindakan Romi sangat tidak etis dan tidak dapat dibenarkan dari sisi manapun. Upaya Romi untuk meralat doa Mbah Moen itu pun memperlihatkan akhlaknya yang rendah.

“Bukankah saat berdoa terjadi hubungan vertikal seorang manusia dengan Sang Khalik. Jadi ini bersifat sangat pribadi. Kelakuan Romahurmuzy tersebut membuktikan kelancangannya mengintervensi hubungan seorang manusia dengan Sang Pencipta,” ujar Humphrey Djemat yang kini kerap disapa HD dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 2/2).

Jumat kemarin (1/2) Romi ikut rombongan Presiden yang juga calon presiden Joko Widodo ke pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Di akhir pertemuan, Mbah Moen memanjatkan doa agar Prabowo Subianto terpilih sebagai persiden. Padahal saat itu, Jokowi sedang duduk di sebelah kirinya.

Usai doa dipanjatkan, Romi menghampiri Mbah Moen dan berusaha sebisa mungkin agar doa itu diralat. Tak cukup sampai situ, dia dan Jokowi juga mengikuti Mbah Moen ke kamar tidur, dan membuat satu vlog untuk menegaskan agar santri mengikuti Mbah Moen. 

Arogansi seperti yang diperlihatkan Romi inilah yang menurut Humphrey membuat PPP semakin dijauhi grass root.

Sebagai ketua umum, Humphrey merasa perlu mengingatkan agar kader partai yang dia pimpin tidak berbuat seenaknya dan dengan lancang mengintervensi saat seorang ulama besar, kiai, ustaz atau habaib sedang memanjatkan doa. 

Sabtu, 12 Maret 2016

Dispenda Batam Tutup Mata

Ditulis oleh: Redaksi     Sabtu, 12 Maret 2016    
BATAM - Sebuah baliho berdiri di tanjakan bukit Daeng Batuaji dengan kondisi tidak layak. Mengacu pada aturan yang diterbitkan pemerintah Kota Batam, tinggi baliho seharusnya minimal 2 meter dari permukaan tanah. Namun baliho tersebut tak sampai dari 1,5 meter.

Kondisi tersebut tentu saja dapat membahayakan pengguna jalan raya. Tidak jarang kendaraan terutama mobil nyaris tersangkut di baliho, menyusul posisinya sangat dekat dengan badan jalan.

"Tanjakan daeng ini sangat padat kendaraan, kalau kita tidak hapal bisa-bisa nabrak baliho ini," ujar Gusti, warga Batuaji.

Selain membahayakan, baliho tersebut juga merusak estetika. Celakanya lagi titik baliho di tanjakan bukit daeng ini tidak mencantumkan nama penanggungjawab alias bodong.

Ditilik dari kondisinya, baliho tersebut kurang memperhitungkan aspek tata ruang serta aturan konstruksi dan terkesan asal jadi. (ok)